Narator : Pada
suatu hari, seorang pangeran kecil dikutuk oleh penyihir istana karena telah
mengganggunya. Kemudian, ia bertemu seorang anak perempuan di rumahnya.
Pangeran kecil itu meminta pertolongan agar kutukannya
hilang dengan melakukan empat perbuat-an yang besar dalam waktu sehari
(mengeluarkan boneka pangeran dan anak perempuan). Setelah berbicara panjang
lebar, pangeran kecil dan anak perempuan pergi ke atas bukit untuk melakukan perbuatan yang besar. Tiba-tiba saat
mendaki bukit, terdengar jeritan seekor rubah. Ekornya terjepit pohon yang
tumbang.
Rubah : Tolong
tolong !
Gadis kecil :
Pangeran kecil aku mendengar suara yang membutuhkan pertolongan.
Pangeran kecil : Iyah ,
aku juga mendengar seperti itu.
Gadis kecil : Kalau
begitu , ayo kita cari , sumber dari suara itu.
Pangeran kecil :
ayo..!!!
Narator :
Akhirnya merekapun berlari untuk mencari suara itu. Saat sampai di bukit,
akhirnya merekapun melihat seekor rubah yang sedang terjepit dan meminta
pertolongan.
Gadis kecil :
Pangeran kecil lihatlah disana, seekor rubah sedang terjepit pohon tumbang.
Pangeran kecil : Ayo,
kita kesana!!!
Narator :
Akhirnya merekapun berlari untuk mendekati rubah tersebut.
Rubah : Tolong, Tolong wahai
pangeran kecil ekor ku terjepit pohon tumbang ini, aku tidak kuat lagi. Tolong
aku!!
Gadis kecil : “Aku akan
menolongmu nanti. Sekarang aku dan temanku tak punya waktu, kami harus
memikirkan hal-hal besar dahulu.”
Rubah : Tapi
aku tidak bias menahan rasa sakit ini.
Gadis kecil : Maaf kan
kami rubah, kami tidak bias menolongmu sekarang. (berlari menuju bukit)
Narator : akhirnya
merekapun lari ,Setiba dia atas bukit, keduanya tidak bisa berpikir dengan
tenang, karena rubah yang malang terus menolong.Secara tiba-tiba, pangeran
kecil berlari kencang menuruni bukit untuk menolongnya.
Pangeran kecil :
Tunggu, gadis kecil aku kasihan sama rubah sebaiknya kita kembali kesana lagi
untuk menolongnya.
Gadis Kecil :
Yasudah mari kita kesana.
Narator :
Akhirnya merekapun kembali lagi, ketempat rubah yang sedang terjepit pohon yang
tumbang.
Pangeran kecil : Aku
akan menolongmu (Mengangkat pohon yang tumbang dan Gadis kecil menarik rubah
yang sedang terjepit)
Rubah :
Terimakasih pangeran dan gadis kecil kalian memang sangat baik . Terimakasih
banyak. Pangeran dan gadis kecil aku harus menemui saudaraku.
Pangeran kecil :
Yasudah hati-hati dijalan !!!
Narator :
Sesudah menolong rubah akhirnya merekapun melanjutkan perjalanannya menyusuri
sungai.
Pangeran kecil
: “Mari
kita menyusuri sungai. Siapa tahu kau bisa melakukan perbuatan besar disana.”
Narator : Saat
diperjalanan menyusuri sungai mereka mendengar suara pertolongan lagi, Setelah bersusah payah, pangeran kecil dan
anak perempuan tersebut berhasil membebaskan rubah yang ekornya terjepit pohon.
Tiba-tiba, seekor anak lembu terbawa arus sungai yang deras, dan berterika
minta tolong (berteriak kepada pendengar).
Pangeran kecil
: Gadis
kecil aku mendengar suara pertolongan lagi di arah sanah (sambil menunjuk arah
sungai yang deras).
Gadis kecil : Itu pangeran
, seekor lembu yang sedang terbawa arus sungai yang deras. Ayo, kita kesana.
Lembu : “Toloong
… toloong …”. Akhirnya ia berhasil menggapai batu besar di tengah sungai.
Narator : kemudian,
pangeran kecil dan anak perempuan berlari menuju arah sungai.
Anak perempuan
: “Bisakah
kau menunggu disitu?” teriakku dari tepi sungai. “Aku dan teman-ku harus
melakukan perbuatan besar dahulu.”
Lembu : “Tidak
bisa …” balas lembu. “Batu ini sangat licin. Arus semakin deras. Aku tidak bisa
bertahan lama.”
Pangeran kecil
: “Kita
harus menyelamatkannya sekarang.”
Narator : Keduanya
menarik lembu itu ketepi sungai dengan sebatang bambu panjang. Akhirnya, lembu
itu selamat. Kemudian, pangeran kecila dan anak perempuan beristirahat di bawah
pohon. Tiba-tiba terdengar suara jeritan dari atas pohon.
Induk burung :
“Tolong
… telurku.” Teriaknya.
Anak perempuan
: “Sebelum
aku sadar sepenuhnya, sebutir telur meluncur kencang di atas wajahku, dan telur
itu telah mendarat selamat di kedua tangan pangeran kecil yang mungil itu.
Induk burung :
“Hampir
saja aku memecahkan telurku aendiri. Maukah kamu mengembalikkan ke dalam
sarang?”
Anak perempuan
: “Baiklah,”
kataku.
Narator : Pangeran
kecil dan anak perempuan beristirahat sejenak.
Anak perempuan
: “Aku
haus. “Kulihat sebuah sumur tak jauh dari sini.
Kakek : “Tuhan
mengirimi kalian kemari untukku,” teriaknya. “Tolonglah. Aku menjatuhkan timba
dan talinya ke dalam sumur.
Anak perempuan
: Aku
segera mengumpulkan akar-akar gantung pohon beringin. Kusambung akar-akar itu
menjadi tali yang kuat.
Pangeran kecil
: “Biar
saya yang mengambilnya,” katanya,
Narator : Akhirnya,
pangeran kecil menemukan sebuah botol sebagai pengganti timba. Kemudian, mereka
bertiga bias minum sepuasnya.
Kakek : “Terima
kasih atas kebaikan kalian.”
Narator : Anak
perempuan itu baru ingat bahwa dia dan pangeran kecil belum melakukan perbuatn
besar seperti rencananya semula. Namun, tanpa disadari keduanya telah melakukan
perbuatan kecil tetapi besar maknanya. Akhirnya, tubuh pangeran kecil kembali
seperti semula.
Gadis kecil :
Pangeran kamu sudah seperti semula lagi.
Pangeran kecil : Iyah ,
Terimakasih gadis kecil aku akan mengangkatmu jadi adik angkatku.
Gadis kecil :
Terimakasih wahai pangeran





0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.